Apa yang sedang engkau renungi..
Hingga mata itu sayup tak terbuka..
Tidak biasanya kau tersipu merunduk..
Seperti diburu belenggu..
Mana tatapan tajam itu..
Argrghhaghh...
Sudahlah..
Aku tau..
Dan bukan berarti aku harus memaksamu..
Bahkan seorang Bung.Karno saja butuh waktu menyendiri untuk bercerita tentang hidupnya..
Kepada bulan, bintang dan alam semesta..
Memang Rindu itu tak bisa kau hindari..
Ketika kau mencoba lari..
Aku mengikuti..
Ketika kau sembunyi..
Tiba-tiba memberi salam lagi..
Seperti pagi saat datang mentari..
Dengan lantang memberi birahi..
Dan kau bisa apa.!?
Bukankah kau sudah cukup tersiksa..
Sebuah nada cupu yang menemanimu..
Terus... terus... dan berulang..
Kini harus kau hadapi sendiri..
Walaupun sampai pagi berganti...








Tidak ada komentar:
Posting Komentar